Bagaimana Api Diciptakan? Versi Masyarakat Adat Dayak Tonyoi dan Benuaq

29 Apr

Masyarakat Adat Dayak di Kutai Barat sangat kaya akan cerita rakyat, cerita tentang asal mula terciptanya api adalah syair (temputn) yang hanya bisa diceritakan dalam prosesi ritual adat, dan yang menceritakannya pun tak boleh sembarangan orang, hanya pemimpin ritual adat (pemeliatn) yang boleh mengucapkannya …kalau ini dilanggar akan terjadi bencana.

Berikut adalah Syair/Temputn Terciptanya Api

Pada suatu waktu, Kilip memasang jerat dipinggir sebuah hutan belantara. Secara tak terduga, jerat Kilip malah terkena seekor tikus. Kilip menjadi kesal dan mengancam si tikus. Si tikus diberikan dua pilihan, jika tidak ingin dibunuh maka si tikus harus mengambil api untuk Kilip. Karena tidak ingin dibunuh oleh Kilip, maka si tikus menyanggupi saja untuk mencoba mengambil api untuk Kilip.

Namun, tikus akhirnya bingung tentang bagaimana cara mengambil api untuk Kilip. Api memang ada di sebuah tempat, namun tempat itu sangat sulit untuk dicapai. Tempat itu sangat panas sekali, dan bila lengah pihak yang menghampirinya bisa mati terbakar.

Tikus termangu memikirkan berbagai kemungkinan cara untuk mencapai ketempat api dimaksud. Beberapa binatang yang kebetulan lewat pun bertanya pada tikus tentang apa gerangan yang ia lamunkan dan membuatnya gelisah.

Pertama sekali yang datang menjumpai  tikus adalah burung lenkocaakng. Lengkocaakng bertanya tentang kegelisahan tikus, setelah mendengarnya ia menyanggupi untuk membantu tikus. Lengkocaakng berusaha mendekat ke titik api ini. Namun panas sekali, dan Lengkocaakng memutuskan untuk kembali. Akibatnya ekor Lengkocaakng pun menjadi kerocong dan hitam.

Berikut datang seekor burung gagak. Burung gagak pun bertanya pada tikus tentang apa yang membuatnya gelisah. Tikus lalu menceriterakan tentang kewajibannya terhadap Kilip apabila ia tidak ingin dibunuh. Mendengar demikian, burung gagak menyampaikan kesediaannya untuk membantu tikus. Burung gagak terbang menuju tempat api dimasud. Burung gagak mencoba mendekat, namun ternyata panas sekali. Burung gagak coba memaksa mendekat dan mencoba mematuk api yang ada disana. Tapi ternyata panas sekali, dan akhirnya burung gagak menyerah dan kembali saja dan memberitahaukan ketakberhasilannya kepada tikus. Karena upayanya ini, bulu – bulu dan paruh burung gagak pun menjadi hitam karena hampir saja terbakar ketika mencoba mendekati api.

Setelah burung gagak pergi, lalu datang burung mpegaai. Ia berusaha untuk membantu tikus. Namun burung ini juga gagal. Akibatnya ekor burung mpegaai pun menjadi hitam dan kerocong.

Setelah burung mpegaai pergi, lalu datang seeokor landak menghampiri tikus. Landak pun lalu bertanya tentang muasal kegelisahan tikus. Tikus lalu menjelaskan tentang kewajibannya untuk mengambil api bagi Kilip jika tidak ingin terbunuh. Mendengar demikian, landak pun berempati terhadap tikus, ia merasa turut berkewajiban untuk menolong tikus, sesama binatang. Setelah menyampaikan kesediaannya untuk, landak lalu berangkat menuju titik api. Dengan bulu – bulu yang tebal, landak merasa yakin bahwa dirinya pasti berhasil mengambil api untuk tikus.

Ketika sampai disekitar titik api, landak mencoba terus mendekat. Sedikit demi sedikit landak mencoba mendekat titik api ini. Kendati semakin panas, landak terus mendekat, namun akhirnya landak memutuskan untuk kembali. Karena keberaniannya ini, landak harus menanggung derita, ujung bulu – bulunya yang runcing menjadi hitam legam.

Terakhir datang Wook Sengkelaai Age. Ia menyanggupi untuk membantu tikus setelah binatang yang lainnya gagal. Wook Sengkelaai Age punya cara tersendiri. Diambilnya pohon – pohon meranti yang masih kecil atau tenaak lempuukng. Batang pohon ini kemudian disambung menjadi panjang dan memudahkan untuk dijulurkan dari jauh kearah titik api. Akhirnya Wook Sengkelaai Age berhasil mencapai titik api. Wook Sengkelaai Age lalu mengambil sedikit api dan lekas – lakas pergi meninggalkan tempat dimaksud.

Wook Sengkelaai Age segera mencari tikus untuk memberikan api tersebut. Setelah bertemu tikus, maka api tadi diikatkan di ekor si tikus untuk kemudian dibawa pergi menuju tempat Kilip. Tikus mencoba berlari sekencang mungkin menuju rumah Kilip. Karena Api yang diikatkan di ekornya terasa semakin panas. Ketika sedang berlari, tikus mencoba mengecoh rasa panas diekornya dengan mengibaskannya ke segala benda yang ditemuinya diperjalanan. Tikus mengibaskannya ke besi, batu, rotan dan kayu yang bernama geligaapm dan ntugaaq. Karena ini maka bulu – bulu di ekor tikus menjadi terbakar sebagian besar dan tinggal sedikit saja serta jarang.

Tikus tadi pun akhirnya sampai di rumah Kilip. Segera Kilip bertanya pada tikus tentang dimana api pesanannya. Tikus lalu menjelaskan bahwa tadinya dengan bantuan landak ia telah memperoleh api. Tapi ketika diikatkan diekornya untuk dibawa ke Kilip, api dimaksud telah ia kibaskan ke besi, batu, rotan, dan geligaapm karena kepanasan. Dan ketika sampai di rumah Kilip api tersebut telah habis. Tikus lalu menunjukaan ekornya yang kerocong, sebagai bukti telah membawa api tadinya.

Kilip lalu mendatangi batu dan besi yang telah dikibaskan dengan api, sebagaimana keterangan si tikus. Kilip lalu mengambil batu dan besi dan mencoba mengosok – gosokannya. Dan ternyata ketika dilakukan berulang kali, gesekan dimaksud menimbulkan percikan api. Ketika percikan api tadi didekatkan dengan serabut pohon aren atau ijuk, maka jatuhan percikan api berkembang menjadi api yang menyala. Lalu api tadi disimpan oleh Kilip untuk persediaannya.

Kilip lalu mencoba lagi pada rotan. Dua potongan rotan coba digosok – gosokkan oleh Kilip. Sekian lama, rotan yang digosokkan pun menjadi panas. Berikut keluar asap, kemudian menimbulkan api. Kilip lalu menyimpan lagi api kedua ini untuk persediaannya.

Tikus telah memenuhi kewajibannya kepada Kilip untuk memperoleh api. Dengan begitu, Kilip akhirnya membebaskan tikus dan tidak jadi membunuhnya. Malah Kilip berterima kasih pada tikus karena telah memberikan sumber api untuknya. Karean Kilip sungguh tidak menduga bahwa si tikus yang mengenai jeratnya akan mampu memberikan api untuknya.

2 Tanggapan to “Bagaimana Api Diciptakan? Versi Masyarakat Adat Dayak Tonyoi dan Benuaq”

  1. Agnesius & Pryska Desember 29, 2011 pada 8:13 am #

    Klw bs msukin crt adt yg laen lg D,,,,,,,czx,,seruuu_! Indonesia poel budaya yg indah2

    • anakkubar09 Januari 6, 2012 pada 4:48 pm #

      Agnesius & Pryska, trims atas masukannya, untuk cerita adat dayak lainnya anda dapat meng klik langsung di Blogroll “Kumpulan Cerita Rakyat,Budaya dan Adat Masyrakat Dayak Tonyooi dan Benuaq.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: