“BELIATN”- Pengobatan Supranatural Versi Masyarakat Dayak Tonyoi-Benuaq

12 Mei


Untuk mencari serta dapat megetahui jenis penyakit yang diderita oleh seseorang, maka perlu diselidiki terlebih dahulu  apa yang menyebabkan penyakit itu, barulah kemudian diadakan upacara penyembuhan baliatn. Ritus untuk mendeteksi penyakit ini disebut tenung. Untuk dapat mengetahui jenis penyakit yang ditimbulkan oleh mahluk halus atau roh, maka pihak keluarga yang sakit dapat mendatangi rumah dukun untuk mendeteksi dan mencari penyebabnya.

Adapun macam-macam tenukng, yaitu: (1) Tenung kataar / pengilaakng (tapi beras yang berukuran kecil)  terbuat dari bambu. Benda yang harus disiapkan adalah : burai (pupur dari beras) dan tabak (tempat api yang kecil yang dimasukkan akar kayu benama tabak).   Pupur yang sudah disiapkan itu selanjutnya digariskan pada bagian dalam kataar mengikuti keliling bundarannya yang berbentuk angka nol. Dalam ritual tenung ini, Seorang dukun melakukan papaat bara (pemanggilan roh-roh), kemudian kataar (tampi beras yang kecil) tersebut dipegang di atas tabak lalu dikibas-kibaskan ke kiri dan ke kanan kepada orang yang sakit sambil menyebutkan semua jenis penyakit yang pernah dialami oleh manusia yang berasal dari roh-roh yang pernah mengganggu manusia. Apabila penyakit yang disebutkan itu sudah cocok dengan penyakit yang diderita oleh seseorang, maka kataar (tampi beras) yang dipegang oleh dukun tersebut menjadi bergerak naik turun (bergetar). Kalau penyakitnya dapat ditemukan maka bunyi getaran kataar itu seperti suara pukulan musik baliatn yang menjadi solusi untuk mengatasi penyakit sesuai dengan jenis-jenis baliatn itu sendiri.

(2) Tenung dengan tangan. Benda yang harus disiapkan adalah akar kayu tabak, tempat perapian kecil dan beras delapan biji (beras yang berasal dari padi kampung). Akar kayu itu selanjutnya dimasukkan ke dalam tempat perapian, sehingga tempat perapian ini dinamakan tabak. Tahap awal seorang dukun memasukkan delapan biji beras ke dalam telapak tangannya, lalu diletakkan di atas tabak sambil membacakan mantra-mantra untuk memanggil roh-roh yang mereka yakini.  Kemudian  telapak tangan sebelahnya diletakkan di atas tangan yang memegang beras itu(dekat siku) lalu di digeser ke bawah berulang kali. Selanjutnya dukun menyebutkan jenis-jenis penyakit yang berasal dari roh yang pernah mengganggu manusia dan apabila penyakit yang diderita seseorang sesuai dengan yang disebutkan, maka beras yang kering itu akan menjadi lengket. Kemudian beras itu dimasukkan ke dalam rambut orang yang sakit dan memohon agar roh itu lari.

(3) Tenung Sumpit. Benda yang harus disiapkan dalam  tenung sumpit ini adalah sebagai berikut : sumpit, beras, telur, minyak kelapa, tabak (tempat perapian yang diisi akar kayu bernama tabak). Tahap pertama seorang dukun membacakan mantra-mantra untuk memanggil roh-roh kemudian minyak kelapa dioleskan sedikit pada batang sumpit yang diletakkan di atas tabak (tempat perapian). Batang sumpit itu dimiringkan ke dinding kira-kira 45 derajat. Selanjutnya dukun menaruh telur pada batang sumpit disertai dengan menyebutkan jenis-jenis penyakit yang berasal dari roh yang pernah mengganggu manusia dan apabila penyakit yang diderita seseorang sesuai dengan yang disebutkan, maka telur yang diletakkan pada batang sumpit yang miring itu langsung lengket dan apabila tidak ditemukan akan jatuh.

(5) Nyenteau. Nyenteau berasal dari bahasa Benuaq ‘neaau’ yang berarti melihat. Kegiatan nyenteaau ini hanya bisa dilakukan pada acara baliatn, misalnya pada saat ngawaat. Yang dimaksud ngawaat adalah upaya maksimal yang dilakukan oleh pemeliatn untuk memanggil roh-roh pada waktu proses kegiatan baliatn berlangsung, sehingga dapat mengadakan hubungan dengan roh-roh yang mereka yakni serta diminta bantuannya. Tujuan dari nyenteaau adalah pemeliatn meminta petunjuk dari roh-rah agar ia dapat mengetahui apa yang menyebabkan seseorang jatuh sakit serta meminta bantuan dari roh-roh, dewa untuk menyembuhkan orang yang sakit itu. Benda-benda yang harus disipkan dalam acara ini adalah : beras penuh mengoong (piring kecil),  satu biji telur ayam kampung, uang perak dua biji, cermin dan tabak (tempat perapian yang dimasukkan akar kayu bernama tabak).

Benda-Benda yang Disiapkan dalam Acara Baliatn

Benda yang diperlukan dalam acara baliatn tergantung dari lamanya acara baliatn dan apabila acara itu lama, maka benda-benda yang diperlukan juga banyak, misalnya : (1) Sencalaman lawai hiasan daun kelapa yang digantungkan pada pintu masuk, sebagai kelengkapan acara baliatn; (2) Rentilui (kain panjang yang tergantung pada pertengahan rumah yang berfungsi sebagai pegangan si pemeliatn pada waktu upacara berlangsung; (3) Empat buah piring kecil berisi beras yang dipersembahkan kepada mahluk halus; (4) Satu buah patung yang dibuat dari daun kelapa yang berfungsi sebagai kelengkapan dalam berhubungan dengan mahluk halus; (5) Satu pecawakng dari pohon salak yang digunakan untuk meletakkan nasi beragi sebagai persembahan kepada mahluk halus; (6) Satu buah patung yang dibuat dari tepung beras yang disebut patung mate ore yang berfungsi sebagai pengganti si sakit untuk dipersembahkan kepada mahluk halus; (7) Nasi beragi (sediriq). Nasi yang dibuat berwarna warni yaitu merah, kuning, putih, hitam, sebagai persembahan; (8) Luak (menyan) dibakar untuk memudahkan hubungan dengan mahluk halus; (9) Satu buah mangkuk kecil berisi beras dan sebuah dian ditancapkan di dalamnya. Beras dalam mangkuk berfungsi sebagai penahan dian dan penerang pemeliatn pada waktu berhubungan dengan mahluk halus.

Sumber :  Study Tentang Keberadaan Adat Istiadat dan Hukum Adat Setempat . CERD-BAPEDA KUBAR  (2007)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: