ETNOHISTORIS ADAT DAN HUKUM ADAT BENUAQ TUWAYAATN (II)

1 Jul

3. Perjalanan Kilip Tutus Adet Suket

Menyasikan keadaan seperti di atas, Rajaq Kilip merasa perlu untuk memperbaikinya. Ia menyadari perlu adanya pedoman dalam kehidupan manusia baik secara peribadi maupun dalam bermasyarakat. Kilip adalah anak dari Serempulukng Usuk Langit dengan Ayakng Seraketn Tana. Serempulukng Usuk Langit adalah manusia dewa yang dilahirkan di bumi. Setelah Serempulukng Usuk Langit kembali ke Bawo Langit dan Ayakng Seraketn Tana Ibunya Kilip memasuki dunia bawah tanah, ia diasuh dan dibesarkan oleh kakek dan neneknya yaitu Datu dan Dara.

Atas dorongan ingin memperbaiki dan menata kehidupan manusia dalam keteraturan dan keharmonisan, maka Kilip pergi berguru yang disebut “tutus” adat ke Bawo Langit pada para dewa kuasa pemegang, pengatur dan pengendali adat-istiadat. Selanjutnya adat istiadat kita sebut “Adet Suket”. Karena dengan menerapkan adet suket itulah Kilip yakin bahwa kehidupan manusia di bumi akan tertib dan baik kembali.

Untuk tutus adat ini Kilip melakukan perjalanan ke Bawo Langit (kampung di atas langit), sembilan kali perjalanan termasuk delapan kali perjalanan tutus adat suket pada  para Nayuq pemegang, pengatur dan pengendali adet suket. Sebelem perjalanan “tutus” adet suket ke Bawo Langit, ada nara sumber yang mengatakan bahwa Kilip melakukan perjalanan mengunjungi para Tonoi dan Nayuq yang ada di bumi ini, namun ia tak mendapatkan apa yang ia cari.

a. Perjalanan pertama.

Atas dorongan ingin menertibkan kehidupan di bumi kembali, Kilip mencari jalan keluarnya dengan melakukan perjalanan ke Bawo Langit. Perjalanan pertama yang dilakukannya menuju Langit Usuk Wari, tempat tinggal Perjadiq bantikng Langit Peretikaq bantikng Tuhaq. Dialah dewa pencipta dan pengatur alam semesta. Setibanya di Langit Usuk Wari, Kilip disambut dengan baik layaknya tuan rumah menyambut tamu. Kilip pun menceritakan maksud dan tujuan perjalanannya pada Perjadiq Bantikng Langit Pertikaq Bantikng Tuhaq. Dikisahkannya bahwa kehidupan mausia di bumi dalam kekacauan “Bolupm senarikng deoq umeq aweq elakng, belaai aweq benturatn. Ledok sikuq aweq nganukng tauq, lebek asekng aweq nganukng panaai.” Untuk mencari jalan keluar mengatasi kekacauan manusia di bumi itulah maka ia menghadap dan meminta petunjuk pada Perjadiq Bantikng Langit Peretikaq Bantikng Tuhaq. Kilip pun menyerahkan sebuah antang yang di sebut “Batuq Tuhus Ayus” sebagai syarat tutus adat. Atas permintaan Kilip, Perjadiq Bantikng Langit Pertikaq Bantikng Tuhaq mengeluarkan “Gesaliq Besiq Pantaai Lio Pelaakng Mahing” tempat adet suket. Oleh Perjadiq Bantikng Langit Pertikaq Bantikng Tuhaq diberitahukan kepada Kilip bahwa untuk menertibkan dan menata kembali kehidupan manusia di bumi agar terjadi keharmonisan, diperlukan adat istiadat yang disebut  “Adet Suket”. Selanjutnya Perjadiq bantikng Langit Pertikaq Bantikng Tuhaq memberitahukan Kilip mengenai kemana ia harus pergi berguru atau tutus adet suket. Setelah diberi arahan dari Perjadiq Bantikng Langit Pertikaq Bantikng Tuhaq, Kilip kembali ke Tenukng Beremauq Jaa Kutaq siwo Ore.

b. Perjalanan Kedua

Setelah mempersiapkan diri sesuai dengan petunjuk dari Perjadiq Bantikng Langit Pertikaq bantikng Tuhaq, Kilip pergi liagi dari Tenukng Beremauq Jaa Kutaq siwo Ore melakukan perjalanan kedua, menuju Jaa Kutaaq Libuk Bulaau untuk menemui Bencurikng Tatau solaai. Setiba di sana, Kilip disambut dan dilayani dengan baik. Setelah berbasa basi dalam bahasa dan kata, Kilip pun menceritakan maksud dan tujuan kedatangannya. Ia menyampaikan bahwa tujuannya adalah ingin tutus adet suket pada Bencurikng Tatau Solaai agar dapat menertibkan kembali kehidupan manusia di bumi. Ia pun menceritakan kekacauan yang terjadi dalam kehidupan  manusia di bumi. Bencurikng Tatau solaai mengambil “Gesaliq Intatn Pantak Lio Riaq Rinim” tempat menyimpan adet suket. Sebagai syarat tutus (pengengket) adat adalah sebuah antang bernama “Tanaju Rahuq”. Setelah Kilip menyerahkan syarat itu, Bencorikng Tatau solaai mengajarkan adet suket “Kerewau Potai Solaai Pemantaatn Butaaq Tuhaaq, Lola Jempalaaq Meaaq, Mateeq deriru ipu, Lola genencak Sinak, Ngudeu Utek Goer Ikui.” Setelah itu Kilip pamit pulang ke Tenukng Beremauq Jaa Kutaq Siwo Ore. Kilip merasa adet suket yang diajarkan oleh Bencurikng Tatau Solaai padanya belum cukup dan bahkan jauh dari harapan. Oleh karena itu ia ingin melakukan perjalanan tutus adet suket lagi.

c. Perjalanan ketiga

Kilip melakukan lagi perjalanan tutus adet suket. Tujuan perjalanannya yang ketiga ini adalah Padekng Lenau Lenus tempat Nayuq Benturukng Tuhaaq. Setiba di Lou Tempat Nayuq Benturukng Tuhaq, Kilip disambut dengan baik, dipersilahkan naik dan disuguhi tempat kapur sirih-pinang dan rokok sebagai tanda suka menerima, pembuka kata dan bicara. Kilip pun bercerita hal ikhwal tentang perjalanannya, maksud dan tujuan kedatangannya menemui Nayuq Benturukng Tuhaq. Atas maksud Kilip tutus adet suket itu, Nayuq Benturukng Tuhaq mengeluarkan tempat menyimpan adet suket berupa rumahan kecil terbuat dari emas yang disebut “Gesaliq Bulaau Pantaai Lio Nyolaai Uman”. Untuk pengengket adet suket  ditentukan sebuah tempayan. Persayaratan itu dipenuhi oleh Kilip dengan menyerahkan sebuah antang yang bernama “Genteli Tuer Puti”. Di situ Nayuq Benturukng Tuhaq mengajarkan adet suket yang bernama “Bengkootn Tuu Danan” kepada Kilip. Setelah menerima pelajaran tentang adet suket di atas, Kilip kembali lagi ke Tenukng Beremauq Jaa Kutaaq Siwo ore. Setibanya di bumi lagi, kilip masih tetap menyaksikan kekacauan yang dilakukan oleh manusia. Ia masih belum puas dan merasa masih ada banyak hal yang kurang guna menentramkan kembali kehidupan manusia di bumi.

d. Perjalanan keempat

Apa yang diperoleh Kilip dalam perjalanannya yang ketiga pun belum dirasakan cukup. Selang beberapa waktu kemudian ia melakukan lagi perjalan tutus adet suket yang keempat. Kali ini tujuannya adalah sebuah desa yang bernama “Padekng Nyalaakng langit”. Di sana Kilip menemui Nayuq Bentaraaq Tuhaaq. Seperti perjalanannya ke Bawo Langit  sebelumnya, Kilip disambut dengan ramah oleh semua tuan rumah terutama “Mantiq” yang dijadikan tempat berguru atau tutus adet suket, di Padekng Nyalaakng Langit pun ia diterima dengan senang hati oleh Nayuq Bentaraaq Tuhaaq. Sambil menikmati suguhan penyambut tamu dari tuan rumah berupa kapur sirih-pinang dan rokok, Kilip menceritakan perjalanannya dan keadaan manusia di bumi yang semakin kacau, tidak aman dan tenteram akibat kelakuan manusia sendiri. Atas ketidak puasan dengan keadaan yang terjadi oleh manusia di bumi, Kilip meminta kepada Nayuq Bentaraaq Tuhaaq untuk mengajarkan adet suket untuk dilaksanakan guna menertibkan lagi manusia di bumi. Menanggapi permintaan Kilip, Nayuq Bentaraaq Tuhaaq mengeluarkan “Gesaliq Magaq” tempat adet suket. Sebagai pengengket atau imbalan, Kilip menyerahkan sebuah Gong yang diberi nama “Genikng Sianaang Olo Titik Bulaau Tenengkulutn”.

Sambil duduk di atas Gesaliq Magaaq, Nayuq Bentaraaq Tuhaaq nutus  (mengajarkan) adet “Itak Tuhaaq Silootn Olo Puti Ngebuk Bunang Ngukui”. Adet Puti Ngebuk Bunang Ngukui dijelaskan dengan panjang lebar oleh Nayuq Bentaraaq Tuhaaq kepada Kilip. Sambil mengingat-ingat perbuatan kekacauan yang ada di bumi, Kilip semakin banyak paham  dan menghubungkannya dengan sifat dan sikap manusia yang ia saksikan. Pengetahuan Kilip makin bertambah, namun ia masih merasa perlu lagi untuk mencari adet suket yang lain mengingat masih banyak sifat, sikap dan tipe manusia di bumi. Setelah selesai diajarkan adet yang bernama “Itak Tuhaaq Silootn Olo Puti Ngebuk Bunaang Ngului”, Kilip kembali lagi ke Tenukng Beremauq Jaa Kutaaq siwo Ore tempat kediamannya.

Bagaimana perjalanan Kilip selanjutnya? Selengkapnya download disini

2 Tanggapan to “ETNOHISTORIS ADAT DAN HUKUM ADAT BENUAQ TUWAYAATN (II)”

  1. lubis leo Oktober 29, 2010 pada 8:18 am #

    poHH merarak mataq aap baca postingan ohok,, nganti lai ah,, tokai mali pahuk uhak esak tenak backround atau teks yak enak warna yak buek temembaca ulutn bali,,

    • anakkubar09 November 1, 2010 pada 7:28 am #

      trims joh, atih ab pegantiq, senuk koi perah uwe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: