TUTUS ADAT (ADET)

10 Jul

Syarat-syarat Tutus Adet Suket

Tutus adet adalah kegiatan yang dilakukan seseorang untuk mempelajari adet suket pada seorang Kepala Adet atau tokoh yang menguasai dan memahami seluk beluk adet suket. Tutus adet ini menjadi prasyarat bagi seseorang yang ingin menjadi pengurus adet atau memegang jabatan di bidang adat seperti Kepala Adat atau pemangku adat. Seseorang belum boleh mengurus suatu perkara dalam kasus adat jika ia belum pernah tutus adet. Jika seseorang yang belum tutus adet suket memproses dan memutuskan denda dalam suatu perkara adet, maka ia akan tertimpa kutukan dari para Nayuq penguasa adet. Atau dengan kata lain ia akan kuwalat. Agar dapat memegang jabatan di bidang adat atau memproses serta memutuskan denda terhadap seseorang dalam suatu perkara kasus adat, seseorang harus mempelajari adet suket terlebih dahulu pada para tokoh adat terutama Kepala Adat. Namun orang yang tutus adet tidak mesti harus menjadi Kepala Adat atau pemangku adat, bisa juga dengan maksud ingin menguasai dan memahami adat untuk pengetahuan peribadinya.

Jika seseorang ingin tutus adet suket, maka ia harus menyiapkan persyaratan berupa barang dan uang untuk diserahkan pada sang guru adet. Barang dan uang itu disebut “pengengket” yaitu sebagai media penyaluran ilham tentang adat suket dari para Nayuq penguasa adet suket yang diterima oleh guru adet. Jadi makna sebanarnya barang-barang yang diserahkan sebagai “pengengket” adalah pemberian “juus” atau jiwa seseorang yang tutus adet kepada para Nayuq penguasa adet suket yang diterima secara sombolis oleh guru adet. Dengan itu adet suket yang kita terima bukat menjadi milik peribadi dan sesuka hati kita melaksanakannya, melainkan bahwa kita sebagai perpanjangan tangan para Nayuq dalam soal adet suket untuk mengambil bagian dalam penataan dunia dan mausia sehingga menjadi lebih baik, tertib, aman, damai dan tenteram.   Mengai tutus adet suket ini ada tingkatannya dan masing-masing tingkatan sesuai dengan otoritasnya.

Pertama, Tutus  adet suket tingkat rendah. Pada tingkatan ini adat yang dipelajari adalah adet suket dari Lagit Balaai solaai secara garis besarnya saja. Hanya menyangkut pokok-pokok dan nama-nama adet suket dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Pengetahuan adat yang diterima belum mendalam, sejarah dan asal usul adet suket belum diberikan. Dengan pengetahuan tentang adet suket pada tingkat menengah ini seseorang dapat memproses, memutus, dan menyelesaikan perkara atau permasalahan tingkat “Kujep Kajaap”.

Berang-barang yang menjadi peryaratan tutus adat pada tingkat ini adalah: satu buah antang; satu buah tomak; satu buah mandau; dua buah piring; dan dua buah mngkok yang berisi beras biasa dan beras ketan; sepotong kain merah sepanjang satu setengah meter; dan seekor ayam jantan berbulu warna merah.

Kedua, tutus adet suket tingkat menengah. Adet suket yang dipelajari pada tingkat ini adalah mulai dari asal usul adat suket, tempat adet suket diciptakan, siapa pencipta dan penguasanya, dan seluk beluk adet suket yang mengatur dan menata dalam kehidupan masyarakat. Pada hari terakhir dari kegiatan tutus adet suket, dilaksanakan acara makan bersama antara murid dan guru adat yang tentu saja ada tata aturannya, sebagai simbolis kebersamaan dengan para Nayuq penguasa adet suket. Di dalam acara makan bersama itu diyakini bahwa para Nayuq penguasa adet suket hadir setelah sebelumnya memang diundang dalam acara itu. Dengan makan bersama itu pula dimaksudkan agar sang murid dapat segera menguasai apa yang telah dipelajarinya dan jika memproses suatu kasus adat, ia didampingi oleh para Nayuq dengan pemberian ilham dan kebijaksanaan. Seseorang yang telah tutus dan menguasai adat pada tingkat ini telah dapat mengurus atau memproses serta memutuskan adat pada tingkatan kasus yang disebut “perkara”.

Barang-barang persyaratan tutus adat yang harus diserahkan oleh seorang murid yang ingin tutus adet suket pada tingkat ini adalah: dua buah antang; satu buah tombah; satu buah mandau; dua buah piring dan dua buah mangkok yang diisi dengan beras biasa dan beras ketan, sepotong kain mereh berukuran satu setengah meter dan seekor ayam jantan berbulu warna mereh. Ayam ini nanti untuk disembelih pada waktu hari terakhir tutus saat acara puncak.

Ketiga, tutus adet tingkat tinggi. Tutus adet tingkat tinggi adalah mempelajari adet suket secara lengkap yang meliputi: asal usul adet suket, mengapa dan untuk apa adet suket harus diciptakan. Siapa sebenarnya pencipta adet suket, bagaimana proses adet suket sehingga dipusatkan di Langit Balaai solaai? Bagaimana keadaan manusia di bumi ketika masa purba yang menjadi penyebab diperlukannya adet suket? Siapa yang sangat berperan dalam mempelajari adet suket dan bagaimana proses mempelajarinya? Bagaimana adet suket itu dilaksanakan oleh manusia di bumi ini? Pokoknya pengetahuan tentang adet suket yang diperoleh pada tutus adet tingkat tinggi meliputi keseluruhan bidang adet.

Mengapa orang yang tutus adet suket harus menyerahkan barang-barang persyaratan “pengengket”? Karena jika persyaratan itu tidak dilengkapi, maka salah satu atau kedua pihak yang terlibat dalam kegiatan tutus adet suket itu  akan terkena kutukan dari Nayuq pengguasa adet suket dalam bentuk berbagai macam penyakit yang menimpanya seperti bisu, tuli, buta, lumpuh dan bahkan mati diusia muda yang disebut “puluuq”.

Persyaratan yang harus dipenuhi seorang yang mempelajari adet suket tingkat tinggi adalah: 5 buak antang; satu buah tombak; satu buah mandau; dua buah piring dan dua buah mangkok yang diisi dengan beras biasa dan beras ketan, kain merah ukuran satu setengah meter dan ayam jantan berbulu warna merah. Ayam itu nanti akan disembelih pada acara puncak tutus adet sebagai persembahan pada para Nayuq dan lauk untuk dimakan. Acara ini adalah acara makan bersama antara murid yang tutus adet suket, kepala Adat dan para Nayuq penguas adet meskipun mereka tak tampak oleh mata manusia. Sebagai roh, mereka dapat berada bersama kita dan mengikuti kegiatan kita. Jika tutus adat itu bertepatan dengan diadakan suatu acara beliatn besar yang memotong kerbau sebagai persembahan, makan si murid dapat langsung “tumakng” yaitu pelantikan sebagai seorang yang menguasai adet suket dan mempunyai hak untuk mengurus perkara adat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: