PROSESI ADAT KELAHIRAN VERSI MASYARAKAT ADAT DAYAK BAHAU

13 Jul

Masa Kehamilan dan Melahirkan

Manusia, dalam pemahaman etnik Bahau, tidak  saja dimengerti sebagai manusia manakala sejak kelahirannya di dunia ini, melainkan juga sejak dari dalam kandungan ibunya  sudah menjadi manusia. Manusia juga dipandang sebagai mahluk yang istimewa dari  mahluk lain, karena mempunyai akal budi, perasaan dan hati nurani. Atas pengertian di atas itulah, maka setiap janin manusia yang sungguh pun masih dalam kandungan, dianggap mempunyai hak yang sama dengan manusia lainnya yang telah lahir. Oleh karena itu, terhadap janin manusia yang sungguh pun ia masih dalam kandungan ibunya, dibuat acara adat sesuai tradisi. Dalam tradisi Bahau Saaq, kita kenal ada beberapa tahapan upacara adat yang berkenaan dengan kehamilan dan kelahiran seorang anak yaitu:

Masa kehamilan

Selama masa kehamilan, seorang Ibu melaksanakan pantang dan demikian juga seorang  Bapak. Pantangan ini dilaksanakan oleh kedua orang tua sang calon bayi dengan maksud agar anak yang lahir kelak dalam keadaan sehat dan sempurna sebagai manusia. Pantang di sini berarti selama masa kehamilan, seorang ibu atau bapak tidak boleh melakukan pekerjaan tertentu yang bisa mengandung makna menggangu kelancaran proses melahirkan atau pun kesehatan sang bayi. Pantangan itu adalah sebagaimana berikut ini:

Pertama, pantangan Ibu: Tidak boleh duduk di depan pintu, dengan pengertian agar bayi yang akan lahir nanti tidak mendapat kesulitan melainkan lancar, tidak boleh membelah/memotong binatang, artinya agar bayi yang lahir nanti tidak sumbing atau cacat fisik lainnya.

Kedua, pantangan bapak: Tidak boleh menutup pinggir perahu (galak haruk), memaku perahu, memaku rumah, membelah kayu api yang sudah terbakar ujungnya, memukul kepala ikan. Pengertian pantangan ini pun dimasudkan agar sang bayi kelak lahir dengan lancar dan dalam keadaan sehat.

Dengan mencermati adat dan perlakuan dalam menjaga kesehatan dan keselamatan janin, kita dapat mengtahui bahwa etnik Bahau menjunjung tinggi hakekat dan nilai manusia sejak manusia itu masih dalam kandungan.

Kelahiran

Untuk membantu proses kelahiran seorang bayi, biasanya ditangani oleh bidan /dukun kampung. Jika seorang ibu hamil sudah tiba masanya untuk melahirkan, maka suaminya atau orang lain akan menjemput bidan kampung untuk membantu proses kelahiran sang bayi. Orang yang menjadi bidan kampung ini biasanya yang memiliki keahlian khusus walaupun ia tidak pernah mendapatkan pembinaan formal, namun karena pengalaman dan talentanya dapat dipercaya.

Setelah sang bayi lahir, ada beberapa tahapan perlakuan yang harus dilaksanakan oleh bidan maupun pihak orang tuanya. Tahapan itu meliputi masa sejak kelahiran sang bayi sampai masa menjelang menginjak dewasa. Tahapan-tahapan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Taak Puhal, yaitu memotong tali pusat bayi oleh bidan kampung memakai sembilu (bilah bambu yang di tajamkan) dan diberi nama sementara.

2. Tegerang To’oh abeq (liyaq), adalah acara adat pemberian nama anak dengan mendirikan teloh (telur ayam), anak ayam, pisang ambon (du’un puteq uraan), satu ruas bambu, satu piring porselin dengan diiringi mantra adat/doa dalam bahasa Bahau. Jika telur yang didirikan dalam piring tidak rebah, maka nama yang disebutkan cocok sesuai dengan nama yang dipilih, dan jika telur ayam yang didirikan rebah, maka nama tersebut tidak cocok dan harus diganti dengan nama lain dengan mengulangi cara yang sama. Perbuatan tersebut dilakukan sebanyak tiga kali jika pada pada kesempatan pertama dan kedua belum berhasil mendapatkan nama yang cocok. Selanjutnya telur dan anak ayam tadi dimasukkan ke dalam bambu, dimasak dan dimakan oleh orang tua bayi bersama orang yang hadir di situ (naruung).

3. Napoo tenan, yaitu acara adat untuk anak yang dilakukan di sungai. Dalam acara ini dipersembahkan sesaji untuk roh leluhur yang dipandu oleh Dayuung, kemudian dilanjutkan dengan memandikan anak di sungai serta diiringi mantra doa adat (maraaq).

4. Muhu Anak, adalah suatu acara adat yang dibuat untuk anak, yang mempunyai arti membuang sial (dawiiq) akibat perlakuan orang tuanya. Selama acara adat tersebut dilakukan, terus menerus diucapkan doa mantra adat (maraaq) oleh Dayuung.

5. Ku’an Anak, adalah memberikan sesuatu barang (barang bermakna) kepada anak, agar kelak mudah mendapatkan rejeki dan keberuntungan. Pemberian tersebut dengan cara, menyuapi anak dengan sebutir nasi diiringi mantra-mantra doa. Perlengkapan lain adalah, satu piring putih, satu sendok nasi, satu gelas, satu parang (ukul parang), dan mengambil tanah dengan jempol kaki untuk dioleskan pada dahi anak. Selanjutnya memberi minum anak. Adat ini pun dimaksudkan agar anak bertumbuh secara sehat.

6. Dangai Katuung Layaah, adalah suatu acara adat untuk memperkuatkan dan meneguhkan nama anak. Adat ini dibuat ketika anak berumur antara satu sampai dua tahun. Adapun barang barang yang perlu dipersiapkan dalam acara adat ini untuk anak perempuan masing-masing adalah:

Tabel 1 : Barang adat Dangai

UNTUK ANAK LAKI UNTUK ANAK PEREMPUAN
No. Nama barang Jumlah No. Nama barang Jumlah
1. Lavuung tap (topi manik) 1 buah 1. Katung wing 8 untai 1 buah
2. Parang hulu kayu lengkap 1 buah 2. Ta`ah tap lengkap 1 buah
3. Katung wing 8 untai 1 buah 3. Baju manik dan lavuung 1 pasang
4. Sunung 1 buah 4. Gigi harimau dan manik 1 pasang
5. Hong hulau 1 buah 5. Bulu burung Enggang 1 buah
6. Babi jantan 1 ekor 6. Manik/telebei 1 untai
7. Ayam 2 ekor 7. Awaq/taksa 1 buah
8. Babi jantan 1 ekor
9. Ayam 2 ekor

Dalam upacara tersebut di atas, dipergunakan juga perlengkapan lain yaitu: empat buah gong (aguung), sebuah mebang, sebuah tambur (tuvuung). Barang barang tersebut adalah alat musik yang dibunyikan dalam upacara dengan irama khas Dangai.

Hewan berupa babi dan ayam yang dipergunakan dalam upacara di atas, bermakna untuk mengetahui kelangsungan kehidupan anak, apakah kelak akan sukses dalam pertumbuhannya, mudah mendapatkan rejeki, atau mendapatkan kesulitan hidup. Kegiatan naruung juga mempunyai makna yang sama dengan makna di atas.

Kepada Dayuung pemandu pelaksana acara adat Dangai Katung Layah, diberikan: satu buah piring putih polos, sebuah parang biasa (tepatung malaat), selembar kain baju, satu buah mekau, sebuah gelang manik  (lekuq), dan uang sesuai dengan kemampuan penyelenggara adat.

7. Dangai Usaau Tukau/Dangai Ayaaq, adalah suatu acara adat yang dilakukan untuk anak yang sudah menginjak dewasa. Adat ini dilakukan sebagai pertanda bahwa anak yang bersangkutan telah beralih dari dunia remaja dan memasuki dunia orang dewasa. Perlengkapan-perlengkapan yang dipakai dalam upacara adat ini adalah:

Tabel 2 : Barang adat Dangai Ayaaq

Untuk laki Untuk perempuan
No Nama Barang Jumlah No. Nama barang Jumlah
1. Katung wing 2 X 8 1 untai 1. Katung wing 2 X 8 1 untai
2. Bah dan hiasan gigi harimau 1 lembar 2. Baju manik lenkap 1 lembar
3. Tabin 1 buah 3. Kalbee ipan kuleh 1 untai
4. Tenayung kuleh 1 buah 4. Lavuung sedon 1 buah
5. Parang hulu tulang 1 buah 5. Hiasan/teksa uang 1 buah
6. Kelebit 1 buah 6. Bulu burung Enggang 1 lembar
7. Serawuung manik 1 buah 7. Gigi harimau 1 buah
8. Bulu burung Enggang 1 lembar 8. Serawuung lengkap 1 buah
9. Antang 1 buah 9. Antang 1 buah
10. Babi jantan 1 ekor 10. Babi jantan 1 ekor
11. Ayam jantan 2 ekor 11. Ayam jantan 2 ekor
12. Goong (agong) 4 biah
13. Tuvuung 1 buah
14. Mebang 1 buah

4 Tanggapan to “PROSESI ADAT KELAHIRAN VERSI MASYARAKAT ADAT DAYAK BAHAU”

  1. rika novyanti Juli 14, 2010 pada 5:17 am #

    nice info nih…, memperkenalkan budaya kita…

    • anakkubar09 Juli 14, 2010 pada 12:42 pm #

      Trims Rika, inilah kekayaan budaya Nusantara kita.

  2. yezi April 14, 2012 pada 2:51 am #

    saya mau bertanya, bagaimana persepsi masyarakat suku dayak tersebut terhadap kesehatan?

    • anakkubar09 April 17, 2012 pada 7:22 am #

      Trims, Yesi saya tidak mungkin menjawabnya dikolom ini, bisa anda kirim pertanyaan ini dan hal -hal yang bisa saya bantu ke tseet2011@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: