Permainan Yang Boleh Dilakukan Setahun Sekali

5 Nov

ADAT PERMAINAN DALAM KOMUNITAS ADAT KENYAH

Adat permainan adalah permainan anak-anak, remaja atau orang yang dewasa yang mempunyai kaitan dengan adat. Permainan tersebut termasuk seni dan olah raga, tetapi karena permainan ini mempunyai kaitan dengan adat, maka permainan tersebut dilakukan hanya sekali setahun, sesuai dengan adat yang berlaku di dalam masyarakat.

Adat permainan itu dialkukan pada lima tahap sesuai dengan tahap kegiatan penanaman padi di sektor pertanian tradisional sebagai kegiatan ekonomi masyarakat secara keseluruhan. Tahap kegiatan yang dimaksud adalah tahap pembukaan lahan, pembakaran lahan dan pembersihan, penanaman padi dan pembersihan rumput (gulma), tahap padi berbuah dan tahap selesai panen. Jenis-jenis permainan yang dimaksud antara lain.

Puling (main lempar kayu)

Permainan puling merupakan sejenis olah raga yang mengadu ketangkasan dan ketepatan melempar, oleh karena itu,  sangat digemari oleh anak laki-laki. Permainan puling dilakukan beregu tetapi dapat pula dilakukan oleh dua orang saja. Alat yang digunakan adalah sepotong kayu yang kira-kira panjangnya 0,5 m dan besarnya kira-kira sebesar lengan. Kayu yang digunakan itu disebut uling dan cara memainkannya sangat sederhana sekali yaitu uling lawannya ditancapkan pada jarak tertentu, kemudian dilemparkan oleh lawannya dan pemain bergantian melemparkan uling lawannya, siapa yang banyak kena berarti poinnya terbesar dan dialah pemenang permainan itu. Menurut adat permaian paling hanya sekali saja dimainkan dalam setahun yaitu pada tahap pembukaan lahan saja, yang meliputi penebasan, penebangan dan pencencangan dahan kayu yang ditebang selain dari masa itu permainan ini tidak boleh dilakukan lagi.

Pasing (gasing)

Permainan pasing dikenal di daerah lain dengan sebutan gasing dan cara permainannyapun tidak berbeda dengan permainan gasing yang dilakukan oleh orang lain. Perbedaanya hanya pada waktu saja. Kalau ditempat lain bermain gasing tidak ditentukan masa waktunya, pada masyarakat Dayak Kenyah dulu, hanya dapat dimainkan pada waktu (musim) pembakaran ladang dan pembersihan lahan dari sisa kayu yang telah terbakar saja. Setelah padi mulai tumbuh sejengkal maka permainan pasing tidak diperkenankan lagi oleh Kepala Adat. Permainan ini mempunyai makna bahwa permainan gasing itu akan mengundang angin bertiup sehingga lahan ladang mereka terbakar dengan sempurna.

Pebenin (Bedil/senjata mainan yang dibuat dari bambu)

Menurut keyakinan orang dulu, bahwa permainan ini mempunyai makna bahwa ledakan bedil bambu untuk akan mengusir ulat, burung dan binatang lain yang mau merusak tanaman padi mereka. Bahan yang digunakan, dari bambu yang sudah cukup tua yaitu panjangnya satu ruas dan ukuran besarnya kira-kira sebesar jari kelingking sampai sebesar ibu jari kaki. Sedangkan sumpalannya agar dapat meledak digunakan buah beringin, buah kayu lain dan kertas atau kain bekas. Permainan ini dilakukan pada padi tumbuh. Pebenin terdiri dari dua jenis yaitu pebenin biasa yang dapat membunyikan ledakan dan pebenin sungai yang merupakan mainan semprotan air.

Main Topeng (mao’)

Permainan topeng dilakukan pada waktu padi mulai berbuah sampai masa musim penuaian pertama. Dulu permainan topeng itu diawali oleh acara pengambilan limpah (air yang sudah diberkati oleh tenaa atau Kepala Adat). Orang berebut mengambilnya untuk digunakan sebagai penyejuk tanaman padi agar mengeluarkan buah dengan sempurna. Sedangkan permainan topeng tersebut mempunyai arti untuk mengusir hama atau binatang yang mau merusak atau memakan buah padi. Permainan topeng biasanya dilakukan dari anak-anak sampai orang dewasa untuk saling menakuti kelompok yang satu dengan yang lainnya. Bahan yang biasanya digunakan untuk membuat topeng, bermacam-macam antara lain pangkal pohon pisang, kayu, pelepah enau atau bahan lain yang digunakan untuk topeng. Topeng yang dibuat itu bentuknya bermacam-macam, dari bentuk yang biasa sampai bentuk yang paling jelek dan sangat menakutkan atau dari yang bentuk biasa sampai yang bentuknya sangat indah. Permainan topeng biasanya berkelompok dan bisa juga perorangan. Tarian topeng yang dapat menimbulkan rasa ketakutan disebut tarian uyat (tarian monyet) dan yang dapat menimbulkan keindahan bentuk disebut tarian udo’.

Udo’ Taing Uai (tarian tikar ular)

Udo’ taing uai menggambarkan seekor ular raksasa yang panjang, terbuat dari tikar rotan yang biasanya digunakan untuk menjemur padi waktu menuai. Ular buatan ini dihiasi dengan kain, anyaman manik, rumbai-rumbai yang berwarna-warni, sehingga menjadi bentuk yang indah. Bentuk kepalanya berupa kepala macan, harimau, ular, atau berbentuk kepala burung yang berparuhnya panjang.

Kepala dan tangan orang-orang yang memainkannya masuk ke dalam tubuh ular dari bawah, sehingga kaki mereka saja yang kelihatan dan seolah-olah menjadi kaki ular raksasa tersebut. Ular buatan itu diarak beramai-ramai keliling kampung dengan mengikuti irama masyarakat untuk mengungkapkan kegembiraan, karena keberhasilan panen yang banyak dan sekaligus acara ucapan syukur mereka terhadap yang maha kuasa.

Acara udo’ taing uai ini hanya sekali diadakan dalam setahun yaitu pada mudim panen selesai. Karena pada waktu itu biaya pesta udo’taing uai itu ada sebab baru selesai panen. Selain itu pula pekerjaan untuk membuat ladang yang baru, belum mereka laksanakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: