KOSMOLOGI PERLADANGAN ORANG BENUAQ TUWAYATN

28 Mar

Pada zaman dulu kebutuhan hidup orang Tuwayaatn belum sekompleks seperti sekarang ini. Kegiatan yang bersifat ekonomis hanya berkisar pada pengumpulan bahan-bahan makanan saja. Karena itu kegiatan ekonomi mereka dapat disebut “ekonomi pengumpulan pangan”. Bahan-bahan pangan yang dapat dijadikan makan terdiri dari berbagai jenis tumbuhan, buah-buahan dan akar-akaran atau umbi-umbian di samping bahan pokok yaitu padi atau beras. Selain itu juga mereka menangkap hewan buruan dan mencari ikan baik di sungai maupun di danau sekitar. Teknik yang sering dipakai untuk menangkap hewan buruan adalah dengan berburu memakai bantuan anjing untuk mengepung hewan buruan sehingga gampaing dibunuh. Selain itu bisa juga dengan memasang jebakan seperti Poti, sengkokoy, sungaq, seriakng, gawaq (tanah yang digali sebagai lobang jebakan), dan juga dengan mengasapi tempat persembunyian hewan yang diburu. Sedangkan untuk menangkap ikan biasanya mereka menggunakan bubu, kalak, empang, unek, pancing, tanggup, tantai dan lain-lain. Ada juga cara menagkap ikan dengan menuba yaitu menggunakan cairan dari akar tuba yang dilarutkan untuk memabukan ikan sehingga gampang ditangkap. Namun orang yang menggunakan cara ini harus memperhatikan norma-norma adat setempat yang berlaku. Jika terjadi pelanggaran, maka ia dapat dikenai sangsi berupa denda adat.
Dari beberapa cara orang Tuwayaatn mengumpulkan bahan makanannya seperti di atas pada zaman dulu, sekarang yang lebih dominant sebagai mata pencarian hidup adalah bercocok tanam di ladang (berladang)
Kegiatan bercocoktanam di ladang bagi orang Tuwayaatn lazim disebut berladang. Biasanya jika ladang telah siap ditanami, selain tanaman utama yaitu padi, juga ditanami berbagai jenis tanaman pangan dan obat-obatan. Orang Tuwayaatn, dalam berladang mengikuti siklus pergantian musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Namun selain memperhatikan musim tersebut, mereka juga memperhatikan tanda-tanda alam yang dianggap sebagai petunjuk yang tepat untuk memulai atau mengerjakan ladang. Tanda-tanda itu seperti petunjuk bintang di langit, bulan dan mata hari. Masing-masing benda yang dianggap sebagai petunjuk itu mempunyai nama yang relevan dengan keadaan iklim cuaca yang dianggap berkenaan dengan musim berladang atau menanam.

a. Bulan penunjuk musim
Ada enam bentuk bulan sebagai penunjuk musim yang dihayati orang Tuwayaatn menjadi pertanda kapan harus memulai pekerjaan menggarap ladang yaitu:
1) Nafit tampak pada saat Bintekng Piyuluq masih rendah, sebagai petunjuk orang mulai menugal atau tanam padi di ladang.
2) Karoq, adalah masa yang baik untuk menugal karena bertepatan dengan musim hujan.
3) Ketigaq, juga masa yang baik untuk menugal.
4) Bemanuk, masa yang tidak baik untuk menugal karena biasanya masa itu terjadi musim kemarau atai panas.
5) Lentokng Leokng, masa ini juga tidak bain untuk menugal karena masih berlangsungnya musim kemarau, namun baik untuk merumput yaitu megiatan kaum ibu membersihkan tanaman padi di ladang.
6) Katap Kanam, masa ini tidak baik untuk menugal karena keadaan musim yang tidak menentu berada pada proses peralihan cuaca.
a. Bintekng Tautn
Orang Tuwayaatn mempunyai pedoman sebagai penunjuk musim dalam melaksanakan kegiatan berladang. Pedoman itu adalah bintang, baik bintang itu tampak secara tunggal maupun dalam rasi atau gugusan tertentu. Bintang-bintang itu disebut “Bintekng Tautn”. Bintang-bintang yang perlu diperhatikan adalah:
1) Bintang Piyuluq (gugusan bintang kecil-kecil yang banyak sekali). Jika bintang itu tampak masih rendah, kira-kira setinggi mata hari pukul 10 atau 11, berarti masih baik untuk menugal atau menanam padi di ladang.
2) Bintekng Poti (Poti adalah alat jebakan babi yang terbuat dari kayu dan buluh diruncingkan salah satu ujungnya). Dikatakan Bintekng Poti karena rasi bintang itu bagaikan poti yaitu alat jebakan seperti di atas.
3) Bintekng Beapm Bawui. Bintang itu dikatakan Beapm Bawui karena bentik atau rasinya bagaikan dagu babi.
4) Bintekng Semuatn Bawui. Semuatn atinya adalah kubangan. Jika bantang itu tampak, maka menandakan akan atau sedang terjadi musim kemarau dimana biasanya kawanan babi hutan sering mandi-mandi dalam kubangan.

Selengkapnya Download disini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: