BENSIN MENGHILANG DI KUTAI BARAT

28 Jan

Catatan TSEET : Tulisan saya ini sebenarnya akan saya posting pada tanggal 18/1/2011 namun saya tunda karena saya berharap kondisi sulitnya Bensin di Kubar akan kembali normal namun nyatanya masih begitu-begitu juga (ada bensin tetapi sedikit yang mengecer dan harganya lumayan tinggi(Rp.8000 s/d 10.000.). Saya juga berharap kondisi ini diexpose dimedia masa, paling tidak Kaltim Post perwakilan Kubar tapi nyatanya searching di KaltimPost cari berita tentang situasi langkanya bensin di Tana Purai Ngariman, sampai hari ini (29/1/2011)  gak ketemu, (atau saya yang salah karena langganan koran?!). Dengar-dengar katanya pejabat di Pemkab  Kubar yang tidak bisa menghadiri pertemuan karena gak dapat bensin lho?, masih untung saya petani karet masih bisa nores karena rela ninggalin motor butut di AMPS semalam untuk ngantri Bensin he..he.

Beberapa hari ini (18/1/2012) bensin susah ditemui dieceran2 di Kubar walaupun penjualan melalui Agen Minyak Premium dan Solar (AMPS) tetap dilakukan seperti biasa. Pemantauan saya hari ini di sepanjang jalan dari Simpang Raya  sampai Linggang Bigung hanya satu pengecer yang menjual bensin itu pun harganya sudah Rp.10.000 tapi karena Kuda besi tua saya membutuhkan minum ya.. gimana lagi beli aja…dari pada dia gak mau jalan. Dan yang terasa aneh hari ini adalah kok banyak pengencer menjual Pertamax lho..kemana bensinya menghilang?, menurut logika saya yang antri berjubel di SPBU adalah mereka yang membeli bensin bukan pertamax jadi seharusnya masih ada bensin yang dijual di eceran (Kerena kebanyakan Mobil yang antri Bensin akan mereka jual kembali). Pertanyaan saya : Apakah Pertamax yang dijual dieceran itu asli atau oplosan? karena kalau di amati warnanya ada yang biru tua dan biru muda (Red : ada yang tau enggak membedakan Pertamax yang asli atau tidak?). Karena keraguan-raguan itu saya memutuskan untuk tidak membeli Pertamax dieceran (karena itu pasti Besin yang disulap jadi Pertamax supaya dapat untung banyak) selain itu kasian Kuda Besi Tua saya kalau minum minuman yang tidak sehat nantinya  kena Stroke atau Kanker. Akhirnya memang terbukti ada seorang ibu cerita bahwa motor temannya mati mendadak (karena stroke bin ngejim) dan harus rawat inap di bengkel setelah beli Pertamax di eceran.

 Karena itu Tseet mohon pada Pemkab Kubar untuk :

1.Melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM terutama bensin di AMPS (sekali-kali pingin denger ada AMPS yang ditutup)

2. Menetapkan harga eceran bensin  tertinggi  (HET) Rp.6000 terutama di Kecamatan di sekitar ibukota Sendawar dan melakukan razia terhadap pengecer yang menjual haga diatas HET.

3. Mewajibkan AMPS buka juga sore hari (jam 15.00 s/d 17.00)

3. Razia keaslian Pertamax yang dijual di eceran.

4. Say “No” beli Pertamax di eceran, kecuali kepepet

5. …… (apa lagi ya?…ada yang mau nambahin silahkan!)

Ucapan terima kasih TSEET sampaikan pada;

1. Pada pengantri BBM “ASLI” ( tidak untuk dijual lagi) yang sudah rela ngantri mulai dini hari (malah memarkirkan kendaraanya tidur semalam di depan AMPS) dan juga pengantri yang “sabar” ketika saat gilirannya diisi Bensinnya habis.

2. Pada Masyarakat Kubar karena cukup ikhlas menghadapi situasi ini ( terbukti gak ada demo atau tindakan yang anarkis)

3. Pada Masyarakat Kubar yang jauh hari mempersiapkan diri dengan tidak adanya subsidi BBM/ Kenaikan harga BBM yang direncanakan pemerintah. (sudah terlatih beli bensin harga Rp.10.000)

4. Salut pada petugas Kecamatan Linggang Bigung yang. menjaga di AMPS karena pernah marah2 dan mengusir pengantri yang coba mengantri lagi.

5. Pada Pemkab Kubar?…ah gak jadi ah..karena bensin masih sulit….kalau sudah normal baru…TOP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: