Arsip | Uncategorized RSS feed for this section

NONTON GRATIS PIALA EROPA PAKAI PARABOLA BIASA …SIAPA TAKUT?

13 Jun

Buat yang hobby nonton sepak bola, pastinya event Piala Eropa 2012 adalah yang paling dinanti saat ini. Tanggal 8 Juni 2012 ini kick off akan dimulai . Dan RCTI menjadi pemegang hak siar di Indonesia yang akan tayang melalui saluran-saluran pay tv berbayar.

Jika anda tinggal dikota besar dan terjangkau pemancar transmisi mungkin masih bisa menyaksikan channel RCTI secara gratis dengan antena UHF. Namun bagi yang tinggal dipelosok yang biasa menyaksikan acara tv melalui satelit dengan parabola bisa dipastikan akan kecewa karena acara di RCTI yang biasanya FTA (Free To Air) maka saat menayangkan Euro 2012 nanti akan mengacak siarannya.

Lalu bagimana kita di Kutai Barat, kalau di Kecamatan tertentu yang sudah masuk TV Kabel sih gak masalah atau yang Langganan Telkom Vision/ Indovision. Kebanyakan kita sih punya parabola ya tapi pasti “dilacak“(maksudnya di acak), lalu saya coba searching di internet ternyata kita masih bisa untuk menyaksikan Euro 2012 secara FTA melalui channel-channel luar negeri yang bisa ditangkap melalui parabola.

Channel apa sajakah itu?

Selamat menyaksikan Euro 2012 saat ini fta di :

CCTV 1
Satelit : Chinasat 6B (115,5°BT)
Frec : 3840
Symbol Rate : 27500
Polarisasi : H

CCTV HD
Satelit : Chinasat 6B (115,5°BT)
Frec : 4100
Symbol Rate : 27500
Polarisasi : V

Dapat juga disaksikan secara fta dichannel :

XJTV-5 (relay dari cctv5)
Satelit : Chinasat 6A (125,0°BT)
Frec : 4121
Symbol rate : 27500
Polarisasi : H

CCTV1
Satelit : Chinasat 6A (125,0°BT)
Frec : 4081
Symbol rate : 27499
Polarisasi : H

===========================

 Bagaimana cara mencari satelit Chinasat 6B?

Perhatikan gambar dibawah, diposisi ini parabola menangkap frec dari satelit telkom dan palapa (karena 2 LNB C band)

Image

Dan untuk dapat menangkap sinyal dari satelit chinasat 6B pastikan dahulu bahwa sinyal disatelit palapa diposisi yang tinggi lalu kendurkan baut penyangga parabola dan turunkan sedikit posisi parabola kurang lebih 3cm sampai 5cm kebawah (timur) dengan perlahan…

Sebelumnya input frec cctv1, symbol rate dan polarisasinya di reciever anda. Perhatikan indikator kekuatan signal lalu kunci posisi parabola anda di frec sinyal yang tinggi. Selamat mencoba…

Sumber:

http://abdisuhamdi.wordpress.com/2012/06/06/channel-tv-yang-menayangkan-euro-2012-secara-fta/

 

Iklan

BENSIN MENGHILANG DI KUTAI BARAT

28 Jan

Catatan TSEET : Tulisan saya ini sebenarnya akan saya posting pada tanggal 18/1/2011 namun saya tunda karena saya berharap kondisi sulitnya Bensin di Kubar akan kembali normal namun nyatanya masih begitu-begitu juga (ada bensin tetapi sedikit yang mengecer dan harganya lumayan tinggi(Rp.8000 s/d 10.000.). Saya juga berharap kondisi ini diexpose dimedia masa, paling tidak Kaltim Post perwakilan Kubar tapi nyatanya searching di KaltimPost cari berita tentang situasi langkanya bensin di Tana Purai Ngariman, sampai hari ini (29/1/2011)  gak ketemu, (atau saya yang salah karena langganan koran?!). Dengar-dengar katanya pejabat di Pemkab  Kubar yang tidak bisa menghadiri pertemuan karena gak dapat bensin lho?, masih untung saya petani karet masih bisa nores karena rela ninggalin motor butut di AMPS semalam untuk ngantri Bensin he..he.

Beberapa hari ini (18/1/2012) bensin susah ditemui dieceran2 di Kubar walaupun penjualan melalui Agen Minyak Premium dan Solar (AMPS) tetap dilakukan seperti biasa. Pemantauan saya hari ini di sepanjang jalan dari Simpang Raya  sampai Linggang Bigung hanya satu pengecer yang menjual bensin itu pun harganya sudah Rp.10.000 tapi karena Kuda besi tua saya membutuhkan minum ya.. gimana lagi beli aja…dari pada dia gak mau jalan. Dan yang terasa aneh hari ini adalah kok banyak pengencer menjual Pertamax lho..kemana bensinya menghilang?, menurut logika saya yang antri berjubel di SPBU adalah mereka yang membeli bensin bukan pertamax jadi seharusnya masih ada bensin yang dijual di eceran (Kerena kebanyakan Mobil yang antri Bensin akan mereka jual kembali). Pertanyaan saya : Apakah Pertamax yang dijual dieceran itu asli atau oplosan? karena kalau di amati warnanya ada yang biru tua dan biru muda (Red : ada yang tau enggak membedakan Pertamax yang asli atau tidak?). Karena keraguan-raguan itu saya memutuskan untuk tidak membeli Pertamax dieceran (karena itu pasti Besin yang disulap jadi Pertamax supaya dapat untung banyak) selain itu kasian Kuda Besi Tua saya kalau minum minuman yang tidak sehat nantinya  kena Stroke atau Kanker. Akhirnya memang terbukti ada seorang ibu cerita bahwa motor temannya mati mendadak (karena stroke bin ngejim) dan harus rawat inap di bengkel setelah beli Pertamax di eceran.

 Karena itu Tseet mohon pada Pemkab Kubar untuk :

1.Melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM terutama bensin di AMPS (sekali-kali pingin denger ada AMPS yang ditutup)

2. Menetapkan harga eceran bensin  tertinggi  (HET) Rp.6000 terutama di Kecamatan di sekitar ibukota Sendawar dan melakukan razia terhadap pengecer yang menjual haga diatas HET.

3. Mewajibkan AMPS buka juga sore hari (jam 15.00 s/d 17.00)

3. Razia keaslian Pertamax yang dijual di eceran.

4. Say “No” beli Pertamax di eceran, kecuali kepepet

5. …… (apa lagi ya?…ada yang mau nambahin silahkan!)

Ucapan terima kasih TSEET sampaikan pada;

1. Pada pengantri BBM “ASLI” ( tidak untuk dijual lagi) yang sudah rela ngantri mulai dini hari (malah memarkirkan kendaraanya tidur semalam di depan AMPS) dan juga pengantri yang “sabar” ketika saat gilirannya diisi Bensinnya habis.

2. Pada Masyarakat Kubar karena cukup ikhlas menghadapi situasi ini ( terbukti gak ada demo atau tindakan yang anarkis)

3. Pada Masyarakat Kubar yang jauh hari mempersiapkan diri dengan tidak adanya subsidi BBM/ Kenaikan harga BBM yang direncanakan pemerintah. (sudah terlatih beli bensin harga Rp.10.000)

4. Salut pada petugas Kecamatan Linggang Bigung yang. menjaga di AMPS karena pernah marah2 dan mengusir pengantri yang coba mengantri lagi.

5. Pada Pemkab Kubar?…ah gak jadi ah..karena bensin masih sulit….kalau sudah normal baru…TOP

MITOLOGI SENGKREAQ VERSI RENTENUKNG LINGGANG

13 Sep

Daerah Engkalakng dan sekitarnya yang dikenal masyarakat Rentenukng Linggang hingga sekarang merupakan tempat yang menyimpan sejarah cikal bakal kerajaan Sendawar. Namun sementara ini masih merupakan folklor kalangan komunitas budaya etnik Rentenukng di Kecamatan Linggang Bigung. Daerah inilah sejarah hidup Tulur Aji Jangkat di mulai dan dipersiapkan oleh delapan orang bersaudara yang di sebut Sengkreaq. Sengkreaq ini yang membimbing dan menuntun tulur Aji Jangkat hingga kelak memimpin Kerajaan Sendawar. Namun peran para Sengkreaq ini kurang diakomodir dalam beberapa riset tentang Kerajaan Sendawar.

  Untuk itulah mengapa proyek folklore ini diusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat? Pertama, sesungguhnya komunitas Dayak Rentenukng di Kabupaten Kutai Barat memiliki sangat banyak ragam tradisi lisannya, namun hingga sekarang belum ada upaya sistematis untuk melestarikannya, apalagi meneliti dan menulisnya. Oleh karenanya, dikhawatirkan bahwa tradisi lisan itu akan punah. Kedua, generasi muda kita yang diharapkan untuk mendukung dan memiliki rasa bangga akan tradisi budayanya itu, malah semakin hanyut dalam arus modernisasi yang justeru berisiko tinggi melemahkan ketahanan dan kebanggaan akan tradisi budaya tradisional itu sendiri. Ketiga, masyarakat tradisional dan       modern sama-sama membutuhkan bingkai-arah spiritualitas pembangunannya berupa kearifan budaya sebagai sumber harga diri dan identitasnya sendiri. Sumber spiritualitas ini terdapat dalam folklor itu sendiri. Keempat, perubahan dari budaya lisan ke budaya tulisan tidak terhindarkan. Proses perubahan ini perlu dikawal secara arif-bijaksana dan disikapi secara cultural self-reflection. Kelima, Kabupaten Kutai Barat membutuhkan Lembaga Ketahanan Budaya Tradisional, baik itu Lembaga Permuseuman Budaya maupun Lembaga Folklor. Keenam, Bupati Ismail Thomas, SH mempunyai komitmen yang sangat tinggi terhadap upaya pelestarian budaya tradisional, termasuk folklor yang menjadi fokus proyek ini. Jadi Proyek ini merupakan respons terhadap berbagai pertimbangan sosio-kultural di seputar kebudayaan pembangunan Kutai Barat itu sendiri.

MITOLOGI SENGKREAQ

Setalah langit dan bumi telah selesai diciptakan (genesis), namun tidak ada makhluk yang menghuni atau manusia yang mendiaminya. Maka Ayus Junyukng memerintahkan kepada Ayaakng Komaakng Lolaakng untuk membuat patung setengah jadi, lalu dimasukkan ke dalam ayunan dari kulit kayu. Patung itu kemudian diayun-ayunkan oleh Itaaq Diaakng Buyukng dengan menghadap ke arah matahari terbenam, namun patung itu diam dan tidak bergerak akhirnya jatuh dari ayunan itu.

  Junyukng Ayus lalu memerintahkan kepada Poteek Telose Sie dan Ayaakng Komaakng Lolaakng untuk bekerjasana dengan Rirukng Tunyukng untuk menyelesaikan patung tersebut. Patung itu akhirnya selesai, kemudian dimasukkan dalam ayunan dan diayun-ayunkan oleh Itaaknmg Bulatn Terakng  dan Diakng Reura dengan arah yang mengahadap ke arah matahari terbit. Lantas tidak lama kemudian, maka kaki dan tangan patung itu bergerak yang disertai seperti suara terbang nyamuk, dan terjadilah bahwa patung tersebut berubah menjadi manusia yang berdiri tegak dan bisa berbicara.. Manusia dari patung itu kemudian diberi nama Tamanrikung Langit, yang bertempat tinggal di Bawo Ujukng Langit.

  Tamanrikukng diberi tugas untuk memelihara dan tinggal di bumi ini. Pada saat itu semuanya serba baru. Di antara langit dan tanah (bumi) masih ada tiang penyangganya. Ayus Junyukng dan Siluq Urai memberi tugas kepada Tamanrikukng untuk menjaga dan memeriksa tiang langit dan penahan tanah itu setiap hari.

  Di Bawo Ujukng Langit, Tamanrikukng langit hidup seorang diri yang hanya ditemani oleh seekor landak (setuui) yang terpisah dari kawanannya. Karena merasa kesepian, maka timbullah keinginannya untuk mempunyai teman untuk bertukar pikiran dan bercengkrama. Untuk itu, ia mencabut tulang rusuknya yang sebelah kiri  dengan membuang tanpa arah yang pasti, sambil berikrar bahwa ia akan mengelilingi bumi dalam waktu delapan hari kemudian. Namun, pada hari ketujuh dia sudah pergi dan sampai ke tempat yang dimaksudkannya, maka tiba-tiba ia melihat ada kepala wanita keluar dari dalam tanah.

  Lantas Ia mau mencabut kepala wanita itu dari dalam tanah (bumi), tetapi kepala itu berkata: “Jangan kau cabut kepalaku sekarang, tetapi bila waktunya telah genap delapan hari – delapan malam barulah kamu boleh ke sini dan mengambil aku untuk menjadi isterimu”.

  Tamanrikukng pulang dengan hati yang berbunga-bunga kasmaran, karena akan mendapat seorang wanita cantik untuk menjadi isterinya. Dari hari ke hari Tamanrikukng menahan rasa cintanya, namun toh akhirnya ia tidak tahan lagi, dan pada hari yang ketujuh, ia pergi ke tempat itu tadi.  Sesampai di sana, maka dilihatnya wanita itu sudah berdiri tegak di atas tanah (bumi), namun bagian telapak kakinya saja yang masih melengket pada tanah. Karena tidak sabar lagi, maka ia merangkul wanita itu seerat-eratnya dalam dekapnya, lalu mencabut mandau dari sarung yang terus bertengger dipinggang sebelah kirinya, dan mengikis sisa-sisa tanah (bumi) di kaki sang wanita cantik punjaanya itu.

  Pada saat itu pula, wanita itu berkata: “Sejak sekarang sampai turun-temurun, manusia di bumi ini harus mati, karena pada telapak kakiku ini masih ada sisa tanah, tanah kematian”. Wanita itupun menyebutkan namanya, yaitu Ape Bungen Tana. Artinya Bunga Tanah.

Sumber : MITOLOGI SENGKEREAQ VERSI RENTENUKNG LINGGANG DALAM PERSFEKTI ILMU FOKLOR- CERD-BAPEDA KUBAR (2009)

selengkapnya download disini

KELANGKAAN BBM DI KUTAI BARAT, BENSIN TEMBUS HARGA RP.10.000

8 Jun

Sudah dua hari ini masyarakat Kubar (7/6/2011), mengalami kelangkaan BBM terutama Bensin. Biasanya walaupun di SPBU tidak ada Bensin tetapi ditingkat pengecer masih mudah didapat, namun yang terjadi saat ini di pengecer pun susah didapat, kalau pun ada mau gak mau kita harus membayar Rp.10.000 per liter bahkan dibeberapa kampung ada yang mencapai RP.15.000 , (8/6/201)1. Hal ini tentunya juga memberatkan sebagaian besar warga Kubar yang mayoritas petani Karet.

Ada apa dengan distribusi BBM di Kubar?, SPBU tetap berjualan seperti biasa walaupun tidak setiap hari dan waktunya dibatasi. Penulis melihat ada yang tidak beres dengan agen SPBU di Kubar dan menurut beberapa informan :
1. Diduga agen SPBU menjual Bensin/Solar pada Dunia Industri
2. Menjual BBM pada malam hari pada pengecer lokal
3. Agen SPBU mengurangi stock yang dijual dan di tumpuk ditempat lain untuk dijual secara eceran.

4. Terjadi penimbunan BBM pada pengecer lokal, (bahkan ada mobil yang dimodifikasi dengan memasang tangki tambahan)

Untuk itu diharapkan pemerintah Kabupaten dapat segera mengatasi permasalahan ini, dengan melakukan inspeksi terhadap agen SPBU yang beroperasi bila bersalah cabut saja ijinnya, melakukan penetapan harga bensin eceran ditingkat pengecer (agar tidak menjual bensin seenaknya), kasian petani Karet kalau tidak ada bensin.

 

13 Penyakit Guru

6 Jun

Oleh Ahmad Baedowi*

Short message service (SMS) jelas merupakan sarana efektif bagi masyarakat untuk berkomunikasi. Segala jenis informasi bisa disebar hanya dalam hitungan menit, bahkan detik. Selain sebagai sumber berita, SMS juga dapat menjadi sumber belajar dan bahkan dari perspektif negatif, layanan ini juga dapat memberikan pengaruh dan citra buruk bagi sebuah tatanan, baik secara individu maupun kelompok. Beberapa berita atau isu soal gempa di Jakarta, ancaman terorisme, hingga bocornya soal-soal ujian nasional adalah di antara beberapa contoh betapa efektifnya penggunaan SMS.

Di Kota Bekasi (mungkin juga di kota-kota lainnya di Indonesia), khususnya dalam 2 minggu terakhir ini, merebak SMS dari satu guru ke guru lainnya tentang adanya “penyakit” di kalangan para pendekar pendidikan. Bunyi SMS ini memang terasa lucu dan sedikit mengada-ada, tapi dari segi substansi tampaknya kita tak bisa menganggap remeh isu penyakit guru ini. Gejala penyakit ini bahkan menjadi bahan diskusi yang cukup serius di lingkungan para guru, sambil di antaranya mereka mencoba mencocokkan jenis penyakit mana yang sudah ada dalam diri mereka masing-masing.
Inilah bunyi 13 penyakit guru versi SMS itu, yang jika penyakit itu diklasifikasi menjadi tiga jenis keterampilan (skill), yaitu kemampuan personal (kepribadian), metodologis, dan teknis. Pada aspek kemampuan kepribadian guru, penyakit yang disinyalir ada meliputi THT (tukang hitung transport), hipertensi (hiruk persoalkan tentang sertifikasi), kudis (kurang disiplin), dan asma (asal masuk). Banyak sekali dijumpai guru yang selalu berhitung soal pembagian transport dari dana BOS, kecurangan dalam hal proses sertififikasi, kurang disiplin dan masuk sembarangan hanya sekadar memenuhi absensi. Gejala ini sangat umum terjadi di lingkungan guru dan sekolah kita.

Diklasifikasi kedua, yaitu soal aspek metodologis, disinyalir guru bahkan memiliki lebih banyak penyakit. Jenis-jenis penyakitnya, antara lain salesma (sangat lemah sekali membaca), asam urat (asal mengajar, kurang akurat), kusta (kurang strategi), kurap (kurang persiapan), stroke (suka terlambat, rupanya kebiasaan), keram (kurang terampil), serta mual (mutu amat lemah). Aspek metodologis ini memang sangat terkait erat dengan faktor courage dan kesadaran untuk berkembang yang seharusnya dimiliki oleh seorang guru.
Sedangkan diklasifikasi ketiga yang menyangkut aspek keterampilan, penyakit guru disinyalir adalah TBC (tidak bisa computer) dan gaptek (gagap teknologi). Kita memang tak cukup punya bukti statistik, seberapa banyak sebenarnya jumlah guru yang sampai saat ini belum bisa dan mengerti soal komputer dan makna penting teknologi sebagai bagian dari pengembangan bahan ajar di kelas.
Merebaknya jenis-jenis penyakit di atas, meskipun disampaikan dengan cara dan tujuan untuk melucu, jelas memberi kita gambaran kondisi dan suasana batin para guru kita saat ini. Jika penyakit-penyakit tersebut memang benar adanya, kesalahan pertama harus kita tempakan kepada otoritas pendidikan kita yang salah dalam merumuskan kebijakan soal pengembangan kapasitas profesional guru. Guru seakan lupa pada rumusan dan definisi tentang pendidikan yang tertera dengan amat gamblang di dalam undang-undang sistem pendidikan nasional kita, yaitu sebagai sebuah “….usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.

Kata “mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran” jelas merujuk dan menuntut para guru untuk kreatif dalam mengembangkan kerangka berpikir dan bahan ajar di sekolah. Karena itu sangat boleh jadi munculnya gejala penyakit seperti disinyalir di atas relevan dengan sistem pendidikan yang membelenggu akal untuk kreatif, terutama bentukan hierarki kurikulum yang rigid dan berorientasi semata pada dunia kerja.

Seorang pengembang masalah kreativitas di dunia pendidikan, Ken Robinson, mengatakan hampir dapat dipastikan seluruh sistem pendidikan di dunia menempatkan Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi (Sains) sebagai acuan utama tingkat keunggulan sebuah sekolah. Semakin banyak anak yang memiliki kemampuan Matematika dan Sains, semakin prestisiuslah sekolah tersebut. Sebab itu, bidang studi ini memperoleh jam yang begitu tinggi di sekolah, termasuk diantaranya di Indonesia.

Sekolah kita tak memiliki laboratorium seni dan musik yang cukup, juga perpustakaan yang mengoleksi buku-buku sastra yang memadai untuk menumbuhkan kreativitas anak untuk bergerak. Seluruh sekolah kita lebih banyak mengajarkan Matematika dan Sains yang hanya mengandalkan otak dan pikiran, tetapi tak memberi porsi yang cukup kepada anggota tubuh yang lain, seperti badan, tangan, dan kaki untuk bergerak. Berapa jam anak kita mengikuti pelajaran tari dan olahraga di sekolah dalam satu minggu, dan lebih banyak mana ketika anak-anak kita belajar Matematika dan Sains?

Kritik Ken Robinson sangat masuk akal sehingga dia mengatakan kebanyakan guru di sekolah saat ini menganggap bahwa badan, tangan, dan kaki mereka hanya sebagai alat transportasi kepala mereka yang penuh rumus dan terkadang membingungkan. Efek seperti ini dapat menjadikan seseorang mati rasa, antisosial, dan menjadi sangat arogan cara berpikir dan bertindaknya. Dalam rumus tak ditoleransi kesalahan. Padahal sebuah kesalahan, dalam teori belajar, merupakan awal dari sebuah kreativitas besar.
* Direktur Pendidikan Yayasan Sukma, Jakarta
Sumber: LAMPUNG POST

2000 PENGUNJUNG “TSEET” DI TAHUN 2010

19 Jan


Atas nama pengelola TSEET saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan saudara/i terhadap website ini, berdasarkan data statistik yang kami terima dari wordpress.com-admin menunjukan bahwa jumlah pengunjung web ini pada Desember tahun 2010 mencapai 2000 pengunjung. Sebagai pemula dalam dunia bloger ( Tseet berdiri pada bulan Februari 2010) hal ini tentu sangat menggembirakan buat kami, kami tidak menyangka bahwa dengan kehadiran TSEET mendapat perhatian dari pengunjung terutama masyarakat komunitas adat Dayak di Kutai Barat dan dari seluruh suku bangsa Indonesia yang memiliki kekayaan dan keaneka ragaman adat dan budaya.

Semoga kehadiran TSEEt bermanfaat bagi anda, dan tetap ada menembus dunia maya dari pedalaman Kutai Barat memperkenalkan adat dan budaya Komunitas Adat Dayak.

Permainan Yang Boleh Dilakukan Setahun Sekali

5 Nov

ADAT PERMAINAN DALAM KOMUNITAS ADAT KENYAH

Adat permainan adalah permainan anak-anak, remaja atau orang yang dewasa yang mempunyai kaitan dengan adat. Permainan tersebut termasuk seni dan olah raga, tetapi karena permainan ini mempunyai kaitan dengan adat, maka permainan tersebut dilakukan hanya sekali setahun, sesuai dengan adat yang berlaku di dalam masyarakat.

Adat permainan itu dialkukan pada lima tahap sesuai dengan tahap kegiatan penanaman padi di sektor pertanian tradisional sebagai kegiatan ekonomi masyarakat secara keseluruhan. Tahap kegiatan yang dimaksud adalah tahap pembukaan lahan, pembakaran lahan dan pembersihan, penanaman padi dan pembersihan rumput (gulma), tahap padi berbuah dan tahap selesai panen. Jenis-jenis permainan yang dimaksud antara lain.

Puling (main lempar kayu)

Permainan puling merupakan sejenis olah raga yang mengadu ketangkasan dan ketepatan melempar, oleh karena itu,  sangat digemari oleh anak laki-laki. Permainan puling dilakukan beregu tetapi dapat pula dilakukan oleh dua orang saja. Alat yang digunakan adalah sepotong kayu yang kira-kira panjangnya 0,5 m dan besarnya kira-kira sebesar lengan. Kayu yang digunakan itu disebut uling dan cara memainkannya sangat sederhana sekali yaitu uling lawannya ditancapkan pada jarak tertentu, kemudian dilemparkan oleh lawannya dan pemain bergantian melemparkan uling lawannya, siapa yang banyak kena berarti poinnya terbesar dan dialah pemenang permainan itu. Menurut adat permaian paling hanya sekali saja dimainkan dalam setahun yaitu pada tahap pembukaan lahan saja, yang meliputi penebasan, penebangan dan pencencangan dahan kayu yang ditebang selain dari masa itu permainan ini tidak boleh dilakukan lagi.

Pasing (gasing)

Permainan pasing dikenal di daerah lain dengan sebutan gasing dan cara permainannyapun tidak berbeda dengan permainan gasing yang dilakukan oleh orang lain. Perbedaanya hanya pada waktu saja. Kalau ditempat lain bermain gasing tidak ditentukan masa waktunya, pada masyarakat Dayak Kenyah dulu, hanya dapat dimainkan pada waktu (musim) pembakaran ladang dan pembersihan lahan dari sisa kayu yang telah terbakar saja. Setelah padi mulai tumbuh sejengkal maka permainan pasing tidak diperkenankan lagi oleh Kepala Adat. Permainan ini mempunyai makna bahwa permainan gasing itu akan mengundang angin bertiup sehingga lahan ladang mereka terbakar dengan sempurna.

Pebenin (Bedil/senjata mainan yang dibuat dari bambu)

Menurut keyakinan orang dulu, bahwa permainan ini mempunyai makna bahwa ledakan bedil bambu untuk akan mengusir ulat, burung dan binatang lain yang mau merusak tanaman padi mereka. Bahan yang digunakan, dari bambu yang sudah cukup tua yaitu panjangnya satu ruas dan ukuran besarnya kira-kira sebesar jari kelingking sampai sebesar ibu jari kaki. Sedangkan sumpalannya agar dapat meledak digunakan buah beringin, buah kayu lain dan kertas atau kain bekas. Permainan ini dilakukan pada padi tumbuh. Pebenin terdiri dari dua jenis yaitu pebenin biasa yang dapat membunyikan ledakan dan pebenin sungai yang merupakan mainan semprotan air.

Main Topeng (mao’)

Permainan topeng dilakukan pada waktu padi mulai berbuah sampai masa musim penuaian pertama. Dulu permainan topeng itu diawali oleh acara pengambilan limpah (air yang sudah diberkati oleh tenaa atau Kepala Adat). Orang berebut mengambilnya untuk digunakan sebagai penyejuk tanaman padi agar mengeluarkan buah dengan sempurna. Sedangkan permainan topeng tersebut mempunyai arti untuk mengusir hama atau binatang yang mau merusak atau memakan buah padi. Permainan topeng biasanya dilakukan dari anak-anak sampai orang dewasa untuk saling menakuti kelompok yang satu dengan yang lainnya. Bahan yang biasanya digunakan untuk membuat topeng, bermacam-macam antara lain pangkal pohon pisang, kayu, pelepah enau atau bahan lain yang digunakan untuk topeng. Topeng yang dibuat itu bentuknya bermacam-macam, dari bentuk yang biasa sampai bentuk yang paling jelek dan sangat menakutkan atau dari yang bentuk biasa sampai yang bentuknya sangat indah. Permainan topeng biasanya berkelompok dan bisa juga perorangan. Tarian topeng yang dapat menimbulkan rasa ketakutan disebut tarian uyat (tarian monyet) dan yang dapat menimbulkan keindahan bentuk disebut tarian udo’.

Udo’ Taing Uai (tarian tikar ular)

Udo’ taing uai menggambarkan seekor ular raksasa yang panjang, terbuat dari tikar rotan yang biasanya digunakan untuk menjemur padi waktu menuai. Ular buatan ini dihiasi dengan kain, anyaman manik, rumbai-rumbai yang berwarna-warni, sehingga menjadi bentuk yang indah. Bentuk kepalanya berupa kepala macan, harimau, ular, atau berbentuk kepala burung yang berparuhnya panjang.

Kepala dan tangan orang-orang yang memainkannya masuk ke dalam tubuh ular dari bawah, sehingga kaki mereka saja yang kelihatan dan seolah-olah menjadi kaki ular raksasa tersebut. Ular buatan itu diarak beramai-ramai keliling kampung dengan mengikuti irama masyarakat untuk mengungkapkan kegembiraan, karena keberhasilan panen yang banyak dan sekaligus acara ucapan syukur mereka terhadap yang maha kuasa.

Acara udo’ taing uai ini hanya sekali diadakan dalam setahun yaitu pada mudim panen selesai. Karena pada waktu itu biaya pesta udo’taing uai itu ada sebab baru selesai panen. Selain itu pula pekerjaan untuk membuat ladang yang baru, belum mereka laksanakan.